Akhirnya?

Sabar..sabar..

Udah penasaran ya menebak-nebak apa isi tulisan kali ini. Setelah absen beberapa waktu akibat kesibukan yang sangat wah (wah nggak ada apa-apa yang dikerjakan) alias agak berat untuk membuat jari kembali menari di papan kunci laptop (baca: keyboard) akhirnya saya kembali! Tolong tepuk tangan yang meriah!

Sebenernya saya agak bingung juga mau menulis apa, sudah saatnya mencari inspirasi baru tampaknya. Andai inspirasi bisa dibeli ya, saya gak akan beli sih, maklum biasa gratisan. Ah benar, saya mau nulis pengalaman saya yang terakhir saja deh, tolong disimak ya.

Kenapa berjudul akhirnya, pasti banyak yang menerka-nerka. Tenang-tenang, saya belum memutuskan untuk kembali memiliki pasangan, jadi para kaum Hawa masih bisa bernapas lega untuk sementara waktu, masih dibuka pendaftaran kok. Jadi beberapa waktu lalu, saya akhirnya berhasil mendapat tambahan nama, 3 huruf saja dibelakang nama belakang. Sebuah gelar akademik yang bergengsi, setelah melalui 16 bulan penuh masa-masa sulit dan menderita. Di hari itu, tanggal 26 Juni 2012 melalui selembar kertas saya diperbolehkan untuk memakai gelar tersebut. Hooooreeee, alhamdulillah! Ayo mana ucapan selamat dan salam tempelnya?

Sekejap saya bingung, seperti mimpi, sepertinya baru kemarin saya bercita-cita ingin punya gelar seperti papa. Setelah itu saya merasa seperti tertampar, ini bukan mimpi, bukan sebuah akhir, tapi sebuah tantangan baru! Tantangan besar di depan kembali menunggu. Bagaimanapun saya harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang saya punya! Seperti punya pacar, harus dijaga dan disayang supaya tidak hilang begitu saja. Eh tapi ini lebih sulit dari menjaga pacar, tanggung jawabnya jauh lebih besar. Udah ah ngomongin pacarnya, bisa bahaya nanti.

Perjalanan demi sebuah gelar ini gak semudah yang dibayangkan oleh orang-orang. Banyak orang yang punya mimpi untuk melanjutkan sekolah, tapi sayangnya mereka hanya mau bermimpi, gak pernah mau bangun dan mewujudkan mimpinya itu. Saya sampai detik ini bertanya pada diri sendiri, emang gw udah pantes ya punya gelar kaya gini? Sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh saya sendiri sebenarnya. Bagaimana bisa seorang yang jarang serius seperti saya bisa dapat anugrah dan tanggung jawab seperti ini? Tapi belum tentu juga misalnya saya serius bisa ya.

Saya yang gak serius aja bisa, apalagi anda semua yang jauh lebih cerdas dan juga serius. Intinya ada pada dalam diri kita sendiri sob, mau atau tidak mengambil dan mencari kesempatan. Kesempatan itu ada berbagai macam sob, sekecil apapun bisa menjadi sebuah hal yang berujung kebaikan.

Nggak pernah ada akhir dalam hidup kita ini sob, selama anda masih bisa bernapas, melihat, mendengar, dan melakukan aktifitas, berarti Tuhan masih ngasih berbagai macam kesempatan walau kadang dalam kesempitan. Sudah saatnya kita berhenti menampar diri kita sendiri dan berkata: This is not over, it just another beginning!

“Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. But today is a gift, and that is why it’s called the present” (Kung fu Panda)

Saya yang hanya biasa-biasa saja bisa, apalagi anda….

This entry was posted in Story and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *