Jatuh Cinta

“Terakhir gw jatuh cinta kelas 2 SMP” (Arman, 24 tahun, jomblo menahun).

“Jatuh cinta bener-bener bikin gw girang” (Chika, 27 tahun, bukan tante girang).

“Mending jatuh cinta deh daripada jatuh miskin” (Andi, 29 tahun,calon pengusaha).

“Jatuh cinta bikin gw susah move on” (Agung, 24 tahun, pria susah move on).

Sekilas tentang jatuh cinta dari para pelaku yang pernah merasakan apa itu jatuh cinta…

Seperti biasa coba merapat dulu ke layar monitornya, jangan terlalu deket tapi gak baik buat kesehatan. Gimana weekend nya sob? Sama TV apa sama PC? kasihan banget sih, pacarnya kemana emang? OOwh masih jomblo, bilang atuh.

Setelah sekian lama, entah dari tahun kapan terakhir gw nulis, akhirnya ada kesempatan dan keinginan untuk sekedar berbagi uang eh cerita dengan teman-teman semua. Beginilah nasib kuli atau buruh di Jakarta, selalu berjuang tanpa henti dalam mencari segenggam berlian dan sekantung uang untuk masa depan yang lebih cerah.

Kenapa manusia bisa jatuh cinta ya? Jawaban paling simple adalah karena kalau jatuh sakit itu harus ke dokter dan biaya ke dokter kan mahal. Jatuh cinta itu indah kata sebagian orang. Bukan harus sama indah lho tapi sob, kasihan klo cuma sama indah. Seperti reaksi kimia ketika Hidrogen (H) bertemu dengan oksigen (O) dan menghasilkan senyawa H2O alias air. Kedua partikel ini saling memberi kode untuk selanjutnya bergabung dan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih bermanfaat.Gak nyangka masih inget pelajaran kimia, padahal terakhir belajar kimia udah beberapa tahun yang lalu sob.

Gw berusaha berpikir kapan terakhir kali gw jatuh cinta. Seinget gw sih beberapa waktu lalu. Eh sebentar, sebenernya jatuh cinta kan gak harus sesama manusia atau lawan jenis, tapi bisa juga dengan benda kan? Ah tapi yang seru untuk diceritakan kan jatuh cinta dengan sesama jenis, eh maksudnya jenis manusia ya. Sebenernya gw sendiri adalah tipikal orang yang sulit jatuh cinta karena menemukan sosok yang pas itu sulit sama sulitnya seperti mencari air di tengah kemarau yang panjang :D.

Jadi gimana sih rasanya jatuh cinta? Orang bilang berjuta rasanya, tapi menurut gw cuma 2 rasa manis atau hambar. Manis adalah ketika cinta kita bisa bersambut, ada reaksi dari apa yang kita suka dan hambar ketika yah itu, you know lah.

Jatuh cinta itu gak bisa dihindarin sob sama kaya laper, cuma bedanya laper lebih mudah mengatasi, jalan ke warteg beli nasi kelar urusan. Jatuh cinta sebenernya gampang diatasi, cuma balik lagi ke kita, mau atau tak mau untuk ungkapin semuanya. Beberapa orang selalu bilang ah gw takut ditolak, terus cuma diem aja sampe hatinya banyak sarang laba-laba, waaks! Yah kapan situ majunya klo gitu. Apa yang kita dapet itu selalu sebanding dengan usaha yang kita keluarkan (sambil menasehati diri sendiri). Toh juga misal diungkapin cuma ada 2 kemungkinan kan: 1. diterima, 2. tidak ditolak, lha iki opo bedane :D.Padahal juga gw gak sepede itu sob, hahaha.

Jangan pernah lari dari jatuh cinta sob, semakin lo lari semakin sakit jatuhnya. Cinta itu gak pernah sakit, yang bikin sakit tuh ya kita sendiri. Yang bilang cinta itu buta, gw gak sependapat, buat gw justru dengan cinta kita jauh lebih bisa melihat bahwa dunia itu penuh warna. Jika suatu saat lo merasa disakiti oleh cinta, coba telpon rangga, siapa tau dia bisa membantu.

Selamat jatuh cinta dan semoga anda jatuh pada tempat yang pas! Jangan salah jatuh karena itu mengakibatkan cidera yang serius pada otot dan sendi hati….

This entry was posted in Story. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *