One Step Closer

Aku mau dikasih bebek plus pake suasana yang romantis…

That’s what she said to me in a conversation. Well suasana romantis sih relatif mudah buat dipenuhi, cuma bebeknya itu lho, iya bebek! Benda yang satu ini yang bikin search history di laptop dipenuhi keyword bebek atau duck. Mungkin sedikit aneh buat khalayak ramai ada orang yang suka bebek. Sapi, beruang, koala, atau babi mungkin lazim tapi bebek gw kebayangnya cuma H. Slamet (lagi laper soalnya)….

Tapi jangan sebut aku lelaki kalau tak sanggup memenuhi keinginanmu wahai wanita ku. Dimulai dari nanya Mom, benda apa yang berbentuk bebek dan keren. Mom bilang tuh di lemari ada hiasan bebek tapi gak ada kotaknya, tapi berhubung gw bukan tipikal orang yang gampang nyerah dan gak mau usaha maka tawaran mom ditolak secara halus. Mom, itu kan kado dari pap, aku cari sendiri deh pasti dapet. Sejak saat itu gw pun jadi pemburu bebek, macem main Duck Hunt di Nintento pake pistol-pistolan (tua amat sih maenan gw).

Kembali ke bebek, jujur gw hampir desperate, kepikiran sih beli boneka yang super gede berbentuk bebek tapi gw urungkan, soalnya udah pernah ada yang ngasih kaya gitu so gak bakal special. Akhirnya keberuntungan berpihak kepada si Gw ini, ditengah hampir desperate nyari kepikiran ah kayanya pernah liat deh hiasan kaya di lemari, alhasil browsing di salah satu toko jewelry berlambang angsa dan aha ada si bebek! Dan kemudian gw bertanya-tanya, nih yang jualan di Indo ada gak ya? Yaudah browing lagi nyari tokonya dimana, ah ternyata ada, langsung samperin dan barangnya pun ada! Alhamdulillah!

Memasuki bagian romantis, well awalnya gw mau melibatkan banyak pemeran pendukung tapi kok skenario itu udah dipake ya. Skenario kedua pun muncul, udah berdua aja, tapi bikin berkesan dan bikin doi senang bukan kepalang. Back to Om Google, keyword: tempat makan romantis di Jakarta. Yang muncul tempat makan yag asing namanya, berharap muncul nasi kucing pinggir jalan, warung tegal, atau makanan kaki lima (ya kali!). Minta saran sana-sini, masih belum puas juga. Kemudian teringat ah gw kan punya temen yang ngerti tempat kaya gini! Kemudian ambil HP, cari nama Anne! Singkat cerita Ibu yang satu ini merekomendasikan salah satu tempat di bilangan Prof Satrio, yang ternyta salah satu managernya adalah kawannya! Segera kontak, awalnya shock ada minimum payment yang lumayan, tapi ternyata bisa di nego dan gak ada minimum payment! Luuuuuar Biyasah! Makasih banyak lho Anne!

Dan deal itu terjadi hanya 7 jam sebelum acara inti dimulai (well awalnya udah reserve tempat di deket mesjid cut mutia, tapi kurang oke pelayanannya!)

Tantangan selanjutnya gimana supaya sang wanita gak curiga dan rencana berjalan modus eh mulus. Untungnya sang wanita bukan tipikal curigaan macem auditor, jadi diomongin apa aja percaya. Diawali jemput dia di kampus depok jaya, kemudian ke Tamcit buat beli seragam, dan disinilah rencana berjalan.

Diawali dengan percakapan: “Sayang habis ini temenin aku yuk ketemuan sama temen di daerah ambas”. Untung dia iya aja dan cuma nanya ini temen yang mana? Agak boong dikit eike bilang oh temen kuliah di Ujung Kulon ini dan tak ada pertanyaan lanjutan (alhamdulillah).

Sampe di tempat agak shock, they made it private candle light dinner! Di pinggir kolam renang dengan background pencakar langit Jakarta! Feeling gw berkata, harusnya dia curiga sih, secara reservasi pake nama gw, untungnya belum terlalu ngeh. Sempet kepikiran sih gw mau berenang dulu biar seger (kemudian bubar rencananya). Kemudian kita makan, ngobrol seperti biasa dan diselingi pertanyaan dari sang wanita: Temen kamu mana sih? Masih meeting sama koleganya begitu jawabku (maaf ya sayang aku boong). Kemudian dengan sedikit kode ke waitress nya, dibawakanlah itu si bebek H. Slamet eh Bebek merk S dengan setangkai bunga. Diiringi alunan angin sepoi dan gemercik air….

Sayang, maaf ya aku boong, temen aku yang ada di sini ya cuma kamu, temen hidup aku. Kamu buka deh kotak itu dan baca apa yang ada di kertas…

Setelah dibuka dan di baca…

Kemudian aku berkata:

Sayang, aku bikin kaya gini sesuai dengan permintaan kamu, semoga kamu berkesan dan suka. Aku cuma mau minta suatu hal dari kamu, mau gak kamu jadi orang yang pertama kali aku liat pas aku bangun pagi dan jadi yang terakhir aku liat di malam hari? Jadi Bunda buat anak-anaku kelak dan jadi orang yang mau untuk berbagi segala hal dalam hidup ini and..

Would you marry me dear Laksmi Ayudyanti?

and she said:

Kamu yakin?

and I said

Insha Allah

Dan dia pun berkaca-kaca, ngakunya sih pilek. Kemudian she said, Aku MAU kok jadi semua yang kamu bilang :).

Dan hati pun tenang, terucap syukur alhamdulillah. Iya ini adalah sebuah lembaran baru buat gw dimana keseriusan dalam menjalani sebuah hubungan diuji. Belum pernah gw ada sampai di fase ini, fase dimana kenekatan bercampur dengan niat yang tulus kemudian dilebur dengan cinta.

Perjalanannya baru dimulai, ceritanya baru dirangkai, tunggu lanjutannya. Cerita aku dan dia untuk menjadi kita…

Oia sedikit dokumentasi malem itu:

And She Said: YES

Candle Light Dinner

This entry was posted in Story and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to One Step Closer

  1. Khanza says:

    Di tunggu ya om kisah selanjutnya 😉

Leave a Reply to 3Maskentir Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *