What Happened in Newcastle Stay in My Heart…

Pertama kalinya gw nulis di Jakarta, di sebuah pojokan kamar, ditemani dinginnya ruangan karena AC bukan karena suhu lagi dan diantara sayup-sayup ceramah tarawih…

Gw sebenernya gak suka dengan perpisahan sob, terlalu menyakitkan buat gw, agak melankolis tapi itu lah yg sering gw hadapin. Dari kecil gw udah terbiaa berpindah sekolah, mengenal banyak teman baru sekaligus pada akhirnya harus berpisah dengan mereka.

Kali ini gw harus berpisah dengan Newcastle, sebuah kota di bagian utara Inggris yang terkenal dengan night life-nya. Ada banyak kenangan di kota ini, salah satunya ya blog yang sedang anda baca ini plus lahirnya 3Maskentir. Mungkin yang belum tahu, 3Maskentir itu siapa, anda bisa tanya ke seantero warga Indonesia yang sudah lebih dari 1 tahun tinggal di Newcastle, pasti mereka tahu siapa kami. Sekilas kami adalah 3 orang yang dipenuhi bakat-bakat ajaib yang sering terjebak dalam kebodohan kami sendiri. Ya kami selalu merasa diri kami bodoh, itulah sebabnya kami selalu belajar dan berdoa…..

Newcastle, kota sejuta memori, penuh canda, tawa dan juga intrik asmara. Kita gak pernah punya bayangan bisa tinggal di kota sesejuk ini (dingin maksudnya). Bertemu dengan banyak teman baru dengan background dan sifat yang majemuk, yang selalu membuat warna hidup jauh lebih bermakna. Bohong jika ada yang bilang gak jatuh cinta dengan kota ini,iya benar kotanya ya, bukan siapa yang ada di kota. Kota modern namun tetap mempertahankan cita rasa klasik di berbagai penjuru kota, ah seolah mengajak kita untuk selalu berada di kota ini.

Tapi sob, life must go on. Tinggal di Newcastle itu seperti lo hidup di alam mimpi. Tinggal di sebuah kota penuh keteraturan. Jauh berbeda dengan apa yang ada di negara kita sendiri,negara dan kota yang penuh dengan intrik. namun itulah nikmatnya hidup, ketika kita dihadapkan pada kenyataan. Hidup terlalu mudah tidak akan membuat kita dewasa dan kuat sob, namun tempaan lah yang akan menjadikan pribadi kita jauh lebih baik. Sekarang tantangan besar menanti untuk kami 3Maskentir dan juga anda semua yang sudah lulus. Kita ditantang untuk membuktikan sejauh mana gelar yang kita punya bisa turut berpartisipasi dalam pembangunan negara kita tercinta. Apakah gelar kita hanya akan menjadi sebuah prestige atau memang akan berguna, itulah pilihan yang akan kita hadapi.

Apapun yang terjadi di Newcastle akan tetap indah dan kelak menjadi sebuah kisah klasik di masa depan. Percayalah ketika kelak kita mengingat hari itu 10 tahun lagi maka kita pun akan tersenyum, tertawa, bahkan terharu. Cerita-cerita yang tersimpan rapih dalam memori kita, yang mungkin tidak bisa terulang lagi, tapi percayalah ini hanyalah salah satu sekuel. Masih banyak potongan-potongan cerita yang harus kita buat.

Terima kasih Newcastle untuk segalanya, ini bukanlah sebuah akhir, hanya salah satu bagian dari cerita  hidup gw. Nanti suatu saat gw akan kembali ke kota ini (finger crossed). Sampai jumpa Newcastle dan tetaplah menjadi kenangan dan saksi bisu atas segala cerita yang terjadi.

This entry was posted in Story and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *